Kimi ga Shinu made Koi wo Shitai menjadi salah satu judul anime musim panas 2026 yang menarik perhatian karena memilih jalur cerita yang tidak biasa. Serial ini mempertemukan kehidupan sekolah, peperangan, kekuatan sihir, kematian, serta hubungan emosional dua gadis yang memiliki pandangan sangat berbeda mengenai dunia tempat mereka tinggal. Di balik desain karakter yang lembut, terdapat kehidupan keras ketika anak anak tanpa keluarga justru dipersiapkan menjadi senjata perang.
Anime tersebut mulai ditayangkan di Jepang pada 7 Juli 2026 melalui AT X, Tokyo MX, KBS Kyoto, Sun TV, BS11 dan sejumlah jaringan lainnya. Versi manganya sendiri masih berlanjut. Volume kesembilan terbit di Jepang pada 16 Juli 2026, memperlihatkan bahwa perjalanan Totsuki Sheena dan Kagari Mimi masih memiliki ruang cerita yang panjang.
Berawal dari Manga Karya Nachi Aono
Sebelum memperoleh adaptasi televisi, Kimi ga Shinu made Koi wo Shitai dikenal sebagai manga karya Nachi Aono. Serial ini mulai hadir pada 2018 melalui Comic Yuri Hime milik Ichijinsha, kemudian berlanjut melalui platform digital Ichijin Plus. Situs resmi Ichijin Plus mengategorikannya sebagai karya yuri, romantis dan fantasi.
Judul tersebut dikenal secara internasional sebagai I Want to Love You Till Your Dying Day. Kodansha USA menangani penerbitan edisi bahasa Inggris dan memasukkan seri ini sebagai manga yang masih berjalan dengan klasifikasi pembaca 16 tahun ke atas.
Popularitasnya tumbuh perlahan melalui kekuatan karakter dan dunia yang tidak memberikan banyak rasa aman kepada penghuninya. Alih alih menciptakan sekolah sebagai tempat belajar biasa, Nachi Aono membentuk institusi pendidikan yang pada dasarnya berfungsi sebagai tempat pelatihan anak anak untuk menghadapi peperangan.
Setiap murid mengetahui bahwa suatu hari mereka dapat dikirim ke medan tempur. Kematian teman bukan kejadian yang mustahil. Cedera berat juga diperlakukan sebagai bagian dari kehidupan sehari hari.
Situasi tersebut kemudian ditempatkan berseberangan dengan hubungan Sheena dan Mimi yang semakin dekat.
Menurut penulis, kekuatan terbesar Kimi ga Shinu made Koi wo Shitai justru terletak pada pertentangan antara visual yang lembut dan kehidupan para tokohnya yang kejam. Perbedaan tersebut membuat setiap momen sederhana antara Sheena dan Mimi terasa jauh lebih berharga.
Sheena Hidup di Sekolah yang Mencetak Senjata Perang
Tokoh utama bernama Totsuki Sheena, gadis berusia 14 tahun yang tinggal di sebuah sekolah khusus bagi anak anak yang tidak memiliki keluarga. Namun lembaga tersebut jauh dari gambaran sekolah atau panti asuhan yang tenang.
Anak anak di dalamnya dipersiapkan menjadi senjata menggunakan kemampuan sihir.
Sheena berbeda dari sebagian besar murid karena tidak mampu menerima keadaan tersebut begitu saja. Ia mempertanyakan alasan orang orang di sekelilingnya terlihat terbiasa melihat kematian.
Situs resmi anime menggambarkan Sheena sebagai gadis yang menginginkan kehidupan damai dan merasa kesulitan menerima keseharian ketika kematian selalu berada sangat dekat dengannya.
Sikap tersebut membuat Sheena memiliki posisi menarik dalam cerita. Ia bukan pahlawan yang bersemangat memenangkan peperangan. Ia juga bukan murid paling kuat di sekolah.
Keinginannya sebenarnya sederhana. Sheena ingin orang yang berada di dekatnya tetap hidup.
Namun keinginan sederhana itu menjadi sesuatu yang sangat sulit ketika hampir seluruh sistem kehidupan di sekolah justru dibangun untuk mengirim para murid menuju pertempuran.
Pertemuan dengan Mimi Mengubah Kehidupan Sheena

Perjalanan Sheena mulai berubah ketika ia bertemu Kagari Mimi.
Pada suatu malam, Sheena melihat seorang gadis kecil dalam keadaan berlumuran darah. Situasinya terlihat mengerikan, tetapi gadis tersebut tetap menunjukkan perilaku ceria.
Gadis itu adalah Mimi.
Tidak lama kemudian, Mimi muncul sebagai murid baru dan akhirnya tinggal bersama Sheena. Ia dikenal memiliki kemampuan bertarung luar biasa sehingga disebut sebagai senjata rahasia sekolah.
Kepribadian Mimi berlawanan dengan Sheena.
Sheena takut melihat seseorang terluka, sedangkan Mimi dapat pergi menuju peperangan dengan wajah tersenyum. Kemampuannya membunuh musuh berada jauh di atas murid biasa.
Namun ada alasan besar mengapa Mimi terlihat tidak memiliki ketakutan seperti orang lain.
Mimi tidak dapat mati dengan cara normal.
Tubuhnya mampu kembali setelah menerima luka yang seharusnya mustahil diselamatkan. Kemampuan tersebut menjadikan Mimi aset militer yang sangat berharga sekaligus membuat kehidupannya semakin jauh dari kehidupan seorang anak biasa.
Keabadian Mimi Justru Membawa Persoalan Baru
Kemampuan untuk hidup kembali sekilas terdengar sebagai kekuatan sempurna di dunia yang dipenuhi peperangan. Namun Kimi ga Shinu made Koi wo Shitai tidak memperlakukan kemampuan Mimi sebagai hadiah tanpa harga.
Tubuh Mimi dapat kembali, tetapi pengalaman menerima luka tetap nyata.
Ia tetap menjadi gadis yang dikirim berulang kali menuju medan pertempuran.
Episode ketiga anime mulai memperjelas kondisi tersebut ketika Sheena menyadari bahwa Mimi sebenarnya menjalani peperangan seorang diri. Walaupun selalu tersenyum, Mimi tetap memiliki rasa takut dan kesepian. Sheena kemudian menawarkan persahabatan kepadanya. Tidak lama sesudahnya, dokter sekolah bernama Fran mengatakan bahwa Sheena tidak perlu khawatir karena Mimi tidak akan mati.
Ucapan itu justru membuka persoalan yang lebih besar.
Bagi sekolah, seseorang yang tidak bisa mati adalah senjata ideal.
Bagi Sheena, Mimi tetap seorang gadis yang dapat terluka.
Perbedaan cara memandang Mimi menjadi salah satu bagian paling kuat dalam perjalanan mereka. Sheena tidak melihat keabadian sebagai alasan untuk berhenti mengkhawatirkan Mimi.
Ia justru semakin memahami bahwa kemampuan hidup kembali bukan berarti seseorang pantas terus menerus dikirim menghadapi rasa sakit.
Hubungan Sheena dan Mimi Berkembang Secara Perlahan
Meski memiliki unsur peperangan yang kuat, pusat cerita tetap berada pada perkembangan hubungan Sheena dan Mimi.
Kedekatan mereka tidak langsung berubah menjadi hubungan romantis. Cerita memberi ruang untuk memperlihatkan bagaimana Sheena perlahan mengenali karakter Mimi.
Mereka tinggal dalam kamar yang sama, mengikuti kegiatan sekolah, menjalani hari biasa dan melewati kejadian kecil yang terkadang terasa lebih penting dibanding pertempuran besar.
Bagi Mimi, keberadaan seseorang yang menunggunya pulang menjadi pengalaman berbeda.
Bagi Sheena, Mimi perlahan berubah dari sosok yang mengerikan menjadi seseorang yang ingin ia lindungi.
Volume kedua manga bahkan menekankan kehidupan keduanya sebagai teman sekamar yang mulai terbiasa melakukan berbagai kegiatan bersama, sementara Mimi tetap dipanggil untuk mengikuti peperangan.
Hubungan tersebut berkembang semakin dalam pada volume berikutnya.
Kodansha menjelaskan bahwa memasuki volume ketujuh, perasaan Sheena terhadap Mimi sudah sulit diabaikan. Sheena mulai mempertanyakan bagaimana dirinya harus membawa hubungan mereka menuju tahap yang berbeda.
Anime Memperlihatkan Kekejaman Sejak Episode Awal
Adaptasi anime tidak membutuhkan waktu panjang untuk menjelaskan seberapa berbahayanya sekolah tempat Sheena tinggal.
Pada episode kedua, para murid mengikuti latihan melawan musuh buatan. Target setiap siswa adalah mengalahkan tiga lawan.
Mimi menyelesaikannya dengan mudah.
Sheena justru mengalami cedera mengerikan ketika lengan kirinya terpotong setelah serangan dari belakang. Ia segera dibawa menuju ruang kesehatan, tetapi proses pemulihan membutuhkan waktu. Mimi kemudian mencoba menggunakan kemampuannya untuk membantu Sheena.
Adegan semacam ini memperjelas aturan dunia mereka.
Tubuh anak anak dapat rusak dalam sebuah latihan sekolah.
Kekerasan tidak ditempatkan sebagai kejadian yang hanya muncul ketika perang besar berlangsung. Ancaman telah menjadi bagian dari proses pendidikan.
Karena itulah momen ketika para karakter makan bersama, berbicara di kamar atau berjalan berdua terasa semakin penting. Kehidupan biasa menjadi barang yang sangat mahal bagi mereka.
Episode Terbaru Membawa Hubungan Mereka Semakin Dekat dengan Perang

Hingga 10 Agustus 2026, anime telah menayangkan lima episode sejak pemutaran perdananya pada 7 Juli. Situs resmi juga telah memuat informasi episode keenam berjudul Okaeri yang dijadwalkan mengikuti pola siaran mingguan pada 11 Agustus 2026.
Episode kelima memperlihatkan Sheena mulai mencari cara untuk memberikan lebih banyak hari menyenangkan kepada Mimi.
Ketika mengikuti kegiatan bernama Hari Balasan, Sheena sekaligus mencoba mencari informasi mengenai cara melepaskan sihir kebangkitan Mimi. Di tengah pencarian tersebut, keduanya menerima pakaian yang serasi dari Esta.
Tetapi ketenangan tersebut tidak berlangsung lama.
Sinopsis resmi episode keenam memperlihatkan Mimi kembali dalam kondisi sangat parah setelah pergi bertempur. Pengorbanan di antara murid tingkat atas terus meningkat hingga akhirnya siswa kelas 14 mulai dipertimbangkan untuk mengikuti ujian kemampuan tempur.
Seiran menjadi salah satu kandidat dan harus berduel langsung dengan Mimi.
Posisi cerita pun semakin mendekatkan kehidupan sekolah Sheena dengan perang yang sebelumnya terasa berada di luar tembok.
Seiran dan Ali Membuat Dunia Cerita Lebih Luas
Kimi ga Shinu made Koi wo Shitai tidak hanya mengandalkan Sheena dan Mimi.
Dua karakter penting lainnya adalah Lizzy Seiran dan Maud Ali.
Seiran merupakan teman sekelas Sheena dengan rasa keadilan yang kuat. Ia peduli kepada teman temannya dan sering mengkhawatirkan Sheena yang tidak terlalu nyaman bertarung. Namun sifatnya yang tegas terkadang membuat Seiran terlihat kurang fleksibel.
Ali memiliki kepribadian lebih tenang. Ia sering berada di samping Seiran dan tidak ragu mengutarakan sesuatu secara langsung.
Versi anime menghadirkan Asami Seto sebagai pengisi suara Seiran dan Yui Ishikawa sebagai Ali. Rie Takahashi mengisi suara Sheena, sedangkan Rina Hidaka menjadi suara Mimi.
Tokoh pendukung lain juga memperoleh porsi cukup penting.
Fran adalah dokter sekolah yang menguasai sihir pemulihan dan banyak menangani Mimi. Omi merupakan wali kelas 14 yang terlihat tenang tetapi sebenarnya memperhatikan para siswanya. Ada pula Halfred serta Esta yang memperluas interaksi di lingkungan sekolah.
Kehadiran mereka membuat sekolah terasa sebagai sebuah komunitas yang tetap berusaha menjalani kehidupan sehari hari meski hampir semua penghuninya mengetahui ancaman peperangan tidak pernah benar benar pergi.
Studio ROLL2 Menangani Adaptasi Anime
Produksi anime dipercayakan kepada studio ROLL2 dengan Yasushi Tomoda sebagai sutradara. Nao Enomoto bekerja sebagai wakil sutradara, sementara Takudai Kakuchi tercatat sebagai penasihat kreatif.
Jukki Hanada menangani komposisi seri sekaligus skenario.
Nama Hanada cukup menarik perhatian karena tugasnya sangat penting dalam mengatur perpindahan materi manga menuju format episode televisi. Kyoko Yufu bertanggung jawab terhadap desain karakter, sedangkan musik digarap oleh Yukari Hashimoto bersama Michiru.
Tim produksinya juga melibatkan Kusanagi untuk pekerjaan desain dan pengawasan latar, serta Infinite pada bagian produksi.
Pendekatan visual anime mempertahankan wajah karakter yang lembut. Pilihan tersebut memberikan perbedaan tajam ketika adegan pertarungan mulai memperlihatkan darah atau tubuh yang terluka.
Menurut penulis, adaptasi ini tidak perlu mengubah dirinya menjadi tontonan perang yang terus menerus mengejar skala besar. Kekuatan ceritanya berada pada perasaan tidak nyaman ketika kegiatan sekolah yang terlihat normal sewaktu waktu dapat berubah menjadi perpisahan.
Lagu Amore dari ReoNa Mengiringi Perjalanan Sheena dan Mimi
Bagian musik juga memperoleh perhatian khusus dalam adaptasi televisinya.
Lagu pembuka berjudul Amore dibawakan ReoNa. Lagu tersebut ditulis, dibuat dan diaransemen oleh Pan dari LIVE LAB.
Keterlibatan ReoNa memiliki hubungan menarik dengan materi aslinya. Dalam komentar yang diterbitkan situs resmi anime, penyanyi tersebut mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengenal manga Kimi ga Shinu made Koi wo Shitai sekitar enam tahun sebelum membawakan lagu untuk adaptasi televisinya.
Pilihan ReoNa terasa sesuai dengan karakter serial yang sering mempertemukan kelembutan dengan perasaan kehilangan.
Sementara lagu penutup berjudul Eternel dibawakan sajou no hana. Penggunaan dua lagu tersebut ikut memperkuat identitas anime yang tidak sepenuhnya menempatkan peperangan sebagai pusat perhatian, melainkan hubungan personal para gadis yang hidup di dalamnya.
Manga Volume 9 Membawa Sheena dan Mimi ke Tahap Kehidupan Baru
Perjalanan versi manga telah bergerak lebih jauh dibanding anime.
Volume kesembilan resmi diterbitkan Ichijinsha pada 16 Juli 2026 dengan harga 880 yen di Jepang. Dalam volume tersebut, Sheena dan teman temannya naik menuju kelas 15. Pelajaran mulai memasukkan lebih banyak latihan pertempuran dan kehidupan mereka semakin dekat dengan medan perang.
Posisi hubungan Sheena dan Mimi juga telah berubah cukup jauh dibanding permulaan cerita.
Keduanya telah menjadi pasangan.
Namun status tersebut tidak menghilangkan kecemasan Sheena. Justru setelah semakin menyayangi Mimi, pertanyaan mengenai berapa lama mereka dapat terus bersama menjadi semakin sulit dihindari.
Masalah terbesar tetap berada pada kondisi Mimi.
Sheena adalah manusia yang akan tumbuh dan menua.
Mimi memiliki tubuh dengan aturan berbeda.
Volume kedelapan sebelumnya sudah mulai membawa persoalan tersebut ke permukaan. Setelah keduanya saling menerima perasaan masing masing, hari hari sederhana seperti bangun bersama, pergi piknik dan tidur di tempat yang sama menjadi pengalaman membahagiakan. Tetapi Sheena kemudian menyadari bahwa dirinya tidak dapat tumbuh dewasa bersama Mimi dengan cara normal.
Sekolah kemudian kembali mengingatkan mereka bahwa kebahagiaan pribadi tidak bisa dipisahkan begitu saja dari peperangan.
Memasuki kelas yang lebih tinggi berarti latihan semakin berat.
Tanggung jawab tempur semakin dekat.
Bagi Sheena yang sejak awal menolak menerima kematian sebagai sesuatu yang normal, naik kelas bukan sekadar kemajuan akademik. Setiap tingkat baru berarti jarak antara dirinya dan medan perang semakin pendek.
Sementara bagi Mimi, pertanyaannya bukan lagi apakah dirinya akan kembali setelah bertempur.
Pertanyaannya berubah menjadi seberapa banyak rasa sakit yang harus ia alami sebelum bisa kembali kepada seseorang yang menunggunya.

