Musim kedua Tokidoki Bosotto Russia go de Dereru Tonari no Alya san atau yang sering dipanggil Roshidere kembali jadi pembicaraan besar, bukan karena drama di dalam cerita, tetapi karena jadwal tayangnya ikut bergeser. Setelah sempat diposisikan sebagai judul lanjutan untuk 2026, pihak resmi mengumumkan bahwa Season 2 ditunda ke 2027 dengan alasan peningkatan kualitas produksi.
Bagi penggemar, penundaan ini rasanya campur aduk. Di satu sisi, menunggu lebih lama itu menyebalkan. Di sisi lain, Roshidere adalah tipe romcom yang hidup dari detail: timing komedi, ekspresi mikro, dan momen sunyi ketika Alya san melepas perasaan dalam bahasa Rusia. Kalau kualitasnya dipoles, justru itu kabar yang paling masuk akal.
“Saya lebih rela menunggu setahun lebih lama daripada menonton Season 2 yang terasa tergesa. Roshidere itu menangnya di detail kecil, bukan di gebrakan besar.”
Paragraf berikutnya saya pakai untuk merapikan peta kabarnya, supaya jelas: apa yang diumumkan, kapan diumumkan, dan apa yang kemungkinan dibawa Season 2 nanti.
Produksi Season 2 Alya san sudah diputuskan sejak 2024, lalu sempat dipasang untuk 2026
Kepastian paling awal yang membuat fandom bernapas lega datang ketika Season 2 diumumkan resmi diproduksi. Dalam liputan media Jepang, disebutkan bahwa Season 2 diputuskan dan saat itu juga dirilis video pengumuman, sekaligus mengunci bahwa kisah lanjutannya akan mulai mengadaptasi cerita dari light novel volume 4.
Informasi mulai dari volume 4 ini penting, karena volume tersebut kerap disebut sebagai titik ketika dinamika Alya, Masachika, dan lingkaran pertemanan sekolahnya masuk fase yang lebih berani dan penuh manuver, terutama ketika cerita menyentuh rangkaian kejadian musim panas.
Di pertengahan 2025, muncul pembaruan lain yang menguatkan persepsi publik bahwa Season 2 dipersiapkan untuk 2026. Sejumlah media Jepang bahkan menuliskan bahwa Season 2 akan tayang pada 2026 dengan teaser visual awal.
“Begitu muncul kata volume 4 dan musim panas, saya langsung kebayang: ini bukan lagi sekadar flirting lucu di kelas, ini sudah masuk fase yang bisa bikin salah paham jadi bumerang.”
Lalu, ketika banyak orang mulai pasang ekspektasi untuk 2026, datang pembaruan yang mengubah arah.
Penundaan resmi Alya san: 2026 bergeser menjadi 2027

Pada pertengahan Februari 2026, muncul laporan bahwa jadwal tayang Season 2 diubah dari 2026 menjadi 2027. Informasinya ditegaskan sebagai pengumuman perubahan jadwal, dengan alasan untuk meningkatkan kualitas.
Buat seri romcom yang sangat bergantung pada ekspresi halus, penundaan semacam ini biasanya berkaitan dengan kebutuhan produksi yang lebih longgar: perbaikan animasi wajah, polishing adegan komedi, serta menjaga konsistensi episode agar tidak ada bagian yang jatuh kualitasnya saat cerita memasuki arc yang lebih emosional.
Kalau dilihat dari cara Roshidere bekerja, ini logis. Serial ini bukan cuma soal punchline, tapi soal momen ketika Alya menutupi rasa malu dengan bahasa yang ia kira tidak dipahami Masachika, lalu penonton dibuat senyum karena kita tahu Masachika paham semuanya.
“Roshidere itu seperti permainan kata di tengah ketegangan. Kalau timing ekspresinya meleset sepersekian detik, rasa adegannya bisa hilang.”
Apa yang kemungkinan besar diangkat Season 2 Alya san: mulai dari light novel volume 4
Informasi yang paling konsisten dari pengumuman awal adalah bahwa Season 2 akan mengadaptasi cerita mulai volume 4 light novel, dan di situ disebut ada arc libur musim panas yang dipenuhi manuver dan situasi yang lebih intens.
Tanpa membocorkan hal yang seharusnya dinikmati saat tayang, arah ini biasanya berarti dua hal.
Pertama, hubungan Alya san dan Masachika tidak lagi berputar di teasing harian yang aman. Libur musim panas dalam romcom hampir selalu menjadi panggung pergeseran relasi: jarak yang dekat, kesempatan bicara lebih panjang, dan situasi yang memaksa karakter memilih, apakah mereka tetap bermain aman atau mulai jujur.
Kedua, karakter pendukung biasanya dapat porsi lebih besar. Roshidere bukan seri yang berdiri hanya pada dua tokoh. Ia hidup dari dinamika di sekitar mereka: teman, keluarga, dan lingkar sosial sekolah yang membuat setiap tindakan kecil terasa punya konsekuensi.
“Kalau Season 1 itu menanam benih, saya curiga Season 2 akan mulai memaksa benih itu tumbuh, entah jadi bunga atau jadi duri.”
Kenapa arc Alya san musim panas itu penting untuk Roshidere

Dalam romcom sekolah, musim panas adalah zona rawan karena rutinitas harian berubah. Jadwal sekolah yang biasanya mengontrol jarak antar karakter mulai longgar. Ketika kontrol itu hilang, yang tersisa adalah karakter yang harus mengatur dirinya sendiri: berani mendekat atau memilih mundur.
Roshidere punya keunggulan unik: bahasa Rusia Alya san bukan sekadar gimmick lucu, tapi alat untuk memantulkan psikologi. Saat Alya bicara Rusia, biasanya ia sedang jujur pada dirinya sendiri, tetapi tetap ingin punya pagar agar tidak terlihat rapuh.
Kalau Season 2 benar menyorot periode yang lebih padat interaksi dan lebih banyak kejadian, bahasa Rusia itu bisa berubah fungsi: bukan lagi hanya candaan manis, tapi jadi cara Alya san menahan kepanikan ketika emosi makin sulit disembunyikan.
“Alya san itu karakter yang terlihat dingin, tapi justru karena itu, setiap kali dia keceplosan terasa seperti sesuatu yang besar.”
Produksi yang ditunda: apa yang bisa diharapkan dari sisi kualitas
Pengumuman penundaan biasanya tidak diberikan kalau pihak produksi merasa semuanya aman. Ketika sebuah tim berani memindahkan jadwal, itu sinyal bahwa mereka ingin menghindari hasil yang setengah matang.
Untuk Roshidere, peningkatan kualitas yang paling terasa biasanya muncul di tiga area.
Area pertama adalah akting ekspresi. Seri ini sering bermain di perubahan kecil: mata yang menghindar, senyum yang terlambat, pipi yang memerah, lalu cut komedi yang cepat. Detail seperti itu butuh animasi wajah yang konsisten.
Area kedua adalah ritme komedi. Roshidere punya humor yang tidak selalu berupa lelucon keras, tetapi humor situasional. Kadang lucunya justru karena sunyi, karena Alya san bicara Rusia, dan Masachika menahan reaksi.
Area ketiga adalah momen emosional. Saat cerita masuk fase yang lebih serius, episode membutuhkan jeda yang pas. Tidak boleh terlalu cepat, tidak boleh terlalu lama.
“Saya berharap penundaan ini benar benar dipakai untuk merapikan ritme. Roshidere itu harus terasa mengalir, bukan seperti potongan klip yang disambung.”
Alya san dan Masachika: kenapa dinamika mereka sulit ditiru romcom lain

Banyak romcom mengandalkan dua orang saling suka tapi salah paham. Roshidere punya twist yang membuatnya segar: satu pihak berpikir ia aman karena memakai bahasa yang tidak dipahami, sementara pihak lain sebenarnya mengerti, tapi memilih diam.
Dinamika ini membuat cerita punya dua lapis. Lapis pertama adalah apa yang terlihat, Alya san menggoda. Lapis kedua adalah apa yang tidak diucapkan, Masachika menahan diri, Alya san menutup rasa takutnya sendiri.
Season 2, apalagi jika mulai dari volume 4, biasanya akan menekan dinamika ini ke titik yang lebih menantang: sampai kapan Masachika bisa berpura pura tidak mengerti, dan sampai kapan Alya san bisa menutup perasaan dengan bahasa.
“Yang bikin saya penasaran bukan kapan mereka jadian. Yang bikin saya penasaran adalah kapan mereka berhenti bersembunyi.”
Cara paling aman menunggu Season 2 sampai 2027
Karena jadwal sudah bergeser, menunggu bisa terasa panjang. Tetapi Roshidere termasuk seri yang enak dipanaskan ulang karena detail kecilnya sering baru terasa saat rewatch.
Yang biasanya paling membantu adalah mengulang momen momen di Season 1 yang membangun kebiasaan Alya san: kapan ia memakai bahasa Rusia, kapan ia menjadi sangat formal, kapan ia terlihat kehilangan kontrol. Dari situ, Season 2 akan terasa lebih kaya karena penonton tidak hanya menunggu plot, tetapi menunggu perubahan perilaku.
Di sisi lain, kabar yang paling realistis untuk ditunggu selanjutnya adalah paket promosi resmi: visual utama baru, trailer penuh, pengumuman detail staff dan musik, lalu jadwal bulan tayang. Dengan penundaan ke 2027, biasanya fase promosi akan dibangun lebih bertahap.
“Kalau Season 2 nanti benar benar rapi, penundaan ini akan terasa seperti keputusan yang tepat, bukan sekadar menambah waktu tunggu.”

