Musim sakura di Jepang akhirnya benar benar dimulai, dan kabar terbarunya langsung membuat banyak orang mulai menghitung hari. Tahun 2026 membawa pola mekar yang cenderung lebih awal di banyak wilayah, terutama di kota kota besar yang paling sering diburu wisatawan. Di saat orang orang menunggu momen hanami, prakiraan resmi dan pembaruan dari lembaga cuaca Jepang menjadi pegangan penting, karena selisih beberapa hari saja bisa menentukan apakah seseorang datang saat bunga baru mulai membuka, sedang penuh penuh indahnya, atau justru sudah rontok diterpa hujan dan angin.
Untuk 2026, acuan paling banyak dipakai datang dari Japan National Tourism Organization dan Japan Meteorological Corporation. Data mereka menunjukkan front sakura tahun ini bergerak dari selatan ke utara dengan banyak kota mekar lebih cepat dari rata rata tahunan. Tokyo sudah diperkirakan mulai mekar pada 19 Maret, Kyoto pada 23 Maret, Osaka pada 22 sampai 24 Maret tergantung pembaruan model, Sendai pada awal April, dan Sapporo baru menyusul pada akhir April. Artinya, jendela berburu sakura tahun ini cukup lebar, tetapi juga menuntut perencanaan yang lebih cermat.
“Sakura selalu membuat orang belajar satu hal yang sama setiap tahun. Keindahan itu datang sebentar, tapi justru karena singkat, orang rela menunggu dan mengejarnya dengan sangat serius.”
Musim sakura 2026 dimulai lebih cepat di banyak kota

Kalau melihat pola umum, 2026 termasuk musim yang cenderung maju dibanding rata rata tahunan di banyak wilayah Jepang. Japan National Tourism Organization mencatat Tokyo diperkirakan mulai mekar pada 19 Maret, lima hari lebih awal dari rata rata. Nagoya juga maju cukup jauh ke 17 Maret, Osaka ke 22 Maret, Hiroshima ke 21 Maret, dan Kochi ke 16 Maret. Di wilayah utara, percepatan juga terlihat meski tanggalnya tetap lebih lambat secara kalender, seperti Sendai pada 1 April dan Sapporo pada 26 April.
Japan Meteorological Corporation dalam pembaruan 19 Maret 2026 juga menunjukkan pola serupa. Mereka memperkirakan Tokyo berbunga pada 19 Maret dan mencapai full bloom pada 26 Maret. Kyoto diperkirakan mulai mekar pada 23 Maret dan penuh pada 31 Maret, sedangkan Osaka mekar 24 Maret dan penuh juga sekitar 31 Maret. Fukuoka diproyeksikan mulai 20 Maret dan mencapai puncak pada 29 Maret. Sapporo diperkirakan mekar pada rentang 24 sampai 27 April dan penuh pada 28 April sampai 8 Mei.
Kabar bahwa musim dimulai lebih awal juga diperkuat Associated Press. Pada 16 Maret 2026, otoritas meteorologi Jepang sudah mengumumkan awal resmi musim sakura setelah pohon acuan Somei Yoshino berbunga di Kochi, Gifu, dan Yamanashi. Kochi tercatat enam hari lebih awal dari rata rata, sementara Gifu dan Yamanashi sembilan hari lebih cepat.
Jadwal terbaru sakura per kota yang paling diburu wisatawan
Bagi wisatawan, pertanyaan yang paling penting tentu bukan sekadar kapan musim dimulai, tetapi kapan kota tujuan sedang berada di fase paling cantik. Karena itu, perbedaan antara tanggal mulai mekar dan full bloom sangat penting. Mulai mekar berarti bunga baru muncul, sedangkan full bloom adalah fase ketika pohon terlihat paling penuh dan paling fotogenik. Berdasarkan prakiraan terbaru, jadwal kota kota utama pada 2026 bergerak seperti berikut.
| Kota | Mulai mekar 2026 | Perkiraan full bloom 2026 |
|---|---|---|
| Tokyo | 19 Maret | 25 sampai 26 Maret |
| Kyoto | 23 sampai 24 Maret | 30 sampai 31 Maret |
| Osaka | 22 sampai 24 Maret | 31 Maret sampai 1 April |
| Nagoya | 17 Maret | 26 sampai 27 Maret |
| Hiroshima | 19 sampai 21 Maret | 26 sampai 30 Maret |
| Fukuoka | 20 sampai 21 Maret | 29 sampai 31 Maret |
| Kanazawa | 30 sampai 31 Maret | 4 sampai 6 April |
| Sendai | 1 sampai 2 April | 7 sampai 8 April |
| Aomori | 15 sampai 16 April | 21 April sekitar |
| Sapporo | 24 sampai 26 April | 28 April sampai awal Mei |
Tanggal dalam tabel itu memadukan prakiraan resmi JNTO, JMC, dan pembaruan destinasi wisata yang memantau sakura per kota. Perbedaan satu dua hari muncul karena model prakiraan yang berbeda dan waktu pembaruan yang tidak selalu sama. Tetapi secara garis besar, rentangnya sudah cukup kuat untuk menjadi dasar menyusun itinerary perjalanan.
Tokyo masih jadi pusat perhatian pertama

Tokyo hampir selalu menjadi sorotan utama saat bicara sakura, dan tahun ini pun demikian. JNTO menaruh tanggal 19 Maret sebagai awal mekar di Chiyoda, Tokyo, sementara JMC juga menempatkan 19 Maret sebagai awal berbunga dengan full bloom sekitar 26 Maret. Japan Guide yang memantau langsung perkembangan pohon sakura di lokasi populer juga memperkirakan masa lihat terbaik Tokyo mulai sekitar 25 Maret hingga awal April, dengan catatan cuaca tetap bersahabat.
Bagi pelancong, ini berarti Tokyo cocok dibidik pada rentang 25 Maret sampai 2 April. Datang terlalu awal membuat banyak pohon belum penuh, sedangkan datang terlalu lambat menambah risiko kelopak mulai rontok. Taman seperti Ueno Park, Shinjuku Gyoen, Chidorigafuchi, dan Meguro River hampir pasti kembali menjadi titik yang paling ramai. Tahun ini, karena mekarnya sedikit lebih awal dari rata rata, wisatawan yang masih memakai patokan tahun tahun lama bisa saja meleset beberapa hari bila tidak melihat pembaruan terbaru.
“Tokyo saat sakura mekar selalu terasa seperti kota yang mendadak melunak. Gedung, kereta, dan ritme cepatnya tetap ada, tetapi bunga bunga itu membuat semuanya terlihat lebih hangat.”
Kyoto dan Osaka jadi panggung paling romantis di Kansai
Kalau Tokyo identik dengan sakura kota besar, maka Kyoto dan Osaka adalah dua nama yang paling sering dicari untuk pengalaman hanami bernuansa klasik. JMC memperkirakan Kyoto mulai mekar pada 23 Maret dan penuh pada 31 Maret. Untuk Osaka, angkanya 24 Maret untuk mulai mekar dan 31 Maret untuk puncak. JNTO memberi tanggal 22 Maret untuk Osaka, sedangkan Weather Map menaruh Kyoto pada 24 Maret dan Osaka pada 25 Maret, dengan full bloom Kyoto 30 Maret dan Osaka 1 April.
Perbedaan kecil antarprakiraan ini justru menunjukkan satu hal penting. Bagi Kyoto dan Osaka, akhir Maret adalah jendela emas yang hampir pasti. Kyoto akan sangat memesona di area Philosopher’s Path, Maruyama Park, dan sepanjang tepian sungai yang dibingkai kuil dan rumah kayu. Osaka menawarkan suasana yang sedikit lebih ramai dan urban, terutama di Osaka Castle Park dan Kema Sakuranomiya Park. Untuk wisatawan yang ingin menembak dua kota sekaligus, periode 29 Maret sampai 2 April terlihat paling aman.
Dari Fukuoka sampai Hiroshima, Jepang barat bergerak lebih dulu
Wilayah Jepang barat juga penting untuk diperhatikan karena sering memberi kesempatan hanami lebih cepat daripada Tokyo dan Kansai. Fukuoka diperkirakan mulai mekar pada 20 sampai 21 Maret dan penuh sekitar 29 sampai 31 Maret. Hiroshima mulai antara 19 sampai 21 Maret dan penuh pada 26 sampai 30 Maret. Kochi bahkan menjadi salah satu kota pembuka musim resmi tahun ini dengan tanggal berbunga 16 Maret.
Bagi wisatawan yang ingin menghindari keramaian Tokyo atau Kyoto, kota kota di barat Jepang bisa jadi pilihan yang lebih cerdas. Selain datang lebih awal, suasananya juga sering terasa sedikit lebih longgar. Nagoya juga masuk kategori menarik karena 2026 ini diperkirakan mulai mekar sejak 17 Maret dan mencapai full bloom sekitar 26 sampai 27 Maret. Dengan kata lain, Jepang bagian barat dan tengah menjadi medan utama pemburu sakura sejak paruh kedua Maret.
Tohoku dan Hokkaido jadi penyelamat bagi yang datang terlambat

Tidak semua orang bisa datang ke Jepang di akhir Maret. Kabar baiknya, front sakura bergerak pelan ke utara, sehingga Tohoku dan Hokkaido selalu menjadi penyelamat bagi yang datang lebih belakangan. JNTO menaruh Sendai pada 1 April, Akita pada 9 April, dan Aomori pada 15 April. Untuk Sapporo, angka resmi yang ditampilkan adalah 26 April, sementara Kushiro bahkan baru sekitar 8 Mei.
JMC memberi kisaran yang hampir sama, yakni Sendai mulai 2 April dengan full bloom 7 April, Aomori mulai 16 April dengan puncak 21 April, dan Sapporo sekitar 24 sampai 27 April dengan puncak mulai 28 April. Ini berarti wisatawan yang baru bisa terbang pada April pertengahan atau akhir masih punya peluang besar mengejar sakura di utara Jepang. Kota seperti Sendai, Hirosaki di Aomori, dan Hakodate atau Sapporo di Hokkaido akan menjadi nama nama penting saat wilayah selatan sudah selesai.
“Itulah enaknya sakura di Jepang. Kalau terlambat di Tokyo, belum tentu semuanya selesai. Tinggal bergerak ke utara, dan musim semi seperti menyambut lagi dari awal.”
Kenapa jadwal sakura selalu berubah dan tidak bisa dianggap pasti jauh hari
Salah satu alasan kenapa prakiraan sakura selalu diperbarui berkali kali adalah karena bunga ini sangat sensitif terhadap pola suhu dari musim gugur hingga awal musim semi. JMC menjelaskan bahwa bakal bunga sakura mengalami fase dormansi di musim dingin, lalu mulai tumbuh ketika suhu naik. Semakin hangat temperatur pada fase pertumbuhan, semakin cepat laju menuju mekar. Itulah sebabnya perbedaan suhu beberapa hari saja bisa menggeser tanggal berbunga.
AP juga mencatat bahwa musim dingin yang kering dan jam sinar matahari yang lebih panjang diduga ikut membantu munculnya bunga lebih awal di beberapa kota tahun ini. Jadi, jadwal sakura bukan sekadar kalender tetap, melainkan hasil interaksi antara suhu, hujan, sinar matahari, dan kondisi lokal. Karena itu, pembaruan terakhir menjelang tanggal keberangkatan jauh lebih berharga daripada patokan yang dibuat berbulan bulan sebelumnya.
Waktu terbaik berburu hanami bukan hanya saat mekar pertama
Banyak orang salah kaprah dengan mengira tanggal mulai mekar adalah tanggal terbaik untuk melihat sakura. Padahal, momen paling indah biasanya datang beberapa hari sesudahnya, saat pohon masuk fase mankai atau full bloom. Japan Guide misalnya lebih menekankan best viewing period, bukan hanya tanggal bunga pertama terlihat. Untuk Tokyo, rentang terbaik mereka pasang sekitar 25 Maret sampai 2 April. Pendekatan seperti ini lebih realistis untuk wisatawan yang ingin melihat lorong bunga penuh, bukan sekadar beberapa kuntum pertama.
Karena itu, strategi paling aman adalah datang dua sampai empat hari sebelum full bloom yang diperkirakan. Dengan begitu, pengunjung masih punya ruang bila bunga sedikit terlambat, dan juga tidak terlalu berisiko datang sesudah kelopak banyak rontok. Faktor hujan dan angin tetap harus diperhitungkan, karena satu badai singkat bisa mengubah lanskap taman sakura dengan sangat cepat.
Hanami makin indah, tetapi keramaian juga makin jadi tantangan
Musim sakura selalu mengundang euforia, tetapi ada sisi lain yang semakin terasa dari tahun ke tahun. AP menyinggung bahwa sejumlah komunitas di dekat lokasi sakura populer mengeluhkan sampah, kebisingan, dan tekanan overtourism. The Guardian juga melaporkan bahwa festival sakura di Arakurayama Sengen Park, dekat Gunung Fuji, dibatalkan tahun ini karena krisis perilaku wisatawan yang dianggap mengganggu kehidupan warga sekitar, meski area taman tetap diperkirakan ramai saat musim hanami.
Buat pelancong, ini jadi pengingat bahwa berburu sakura sekarang bukan cuma soal mengejar tanggal mekar, tetapi juga soal memilih waktu kunjungan yang bijak. Datang pagi, menghindari akhir pekan bila bisa, dan menjaga ketertiban menjadi bagian penting dari pengalaman melihat sakura hari ini. Jepang tetap indah saat musim semi, tetapi keindahan itu makin bergantung pada cara pengunjung menghargainya.
Kota mana yang paling aman dipilih untuk perjalanan April
Untuk pelancong yang baru bisa bepergian pada April, pilihan terbaik jelas bergeser ke utara atau ke daerah yang lebih tinggi. Sendai cukup menjanjikan untuk awal April. Aomori dan area sekitarnya cocok pada pertengahan April. Sapporo dan bagian Hokkaido lain paling aman untuk akhir April sampai awal Mei. Data resmi JNTO menunjukkan Sapporo 26 April, sedangkan JMC memberi kisaran mulai 24 sampai 27 April dengan puncak sekitar 28 April. Itu membuat Hokkaido jadi jawaban paling logis untuk pemburu sakura yang datang terlambat.
Sebaliknya, untuk mereka yang ingin suasana paling ikonik dan tidak keberatan dengan keramaian, akhir Maret tetap jadi panggung utama. Tokyo, Kyoto, Osaka, Nagoya, Hiroshima, dan Fukuoka akan terus jadi kota yang paling diburu, terutama ketika foto foto pertama sakura penuh mulai memenuhi media sosial. Tahun 2026 tampaknya akan kembali menegaskan pola itu, hanya dengan satu catatan penting: banyak kota berbunga lebih cepat daripada rata rata, jadi rencana perjalanan juga harus lebih gesit menyesuaikan.
“Mekarnya sakura selalu terasa seperti undangan yang sopan, tapi tidak menunggu terlalu lama. Siapa yang siap melihat pembaruan jadwal, dialah yang paling mungkin tiba tepat pada saat kota sedang paling cantik.”

